Media merupakan perangkat besar menuju satu tujuan besar dalam suatu bangsa dan negara. Dalam mewujudkannya harus terdapat kekuatan yang besar. Mereka yang menguasai media memiliki kuasa begitu besar. Tujuan besar itu membangun budaya Rakyat atau menguasainya.
Beberapa media besar, terutama televisi, telah membuka lebar pintu kesempatan bagi setiap partai politik dan tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden berlomba melakukan kampanye di dalam perhelatan besar demokrasi, Pemilihan Umum (pemilu) Legislatif dan Eksekutif pada April dan Juli 2009. Berbagai langkah dan upaya terkait kebutuhan serta kepentingan politik jelang pemilu coba dilancarkan elit dan partai politik memanfaatkan media massa sebagai instrumennya. Relevansi hal itu dapat ditinjau melalui keberadaan UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD. Undang-undang itu memuat 11 materi pasal dalam bagian keenam mengenai Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye. Di antaranya Pasal 89 dan Pasal 90 Paragraf 1, Pasal 91 Paragraf 2, dan Pasal 92 Paragraf 3. Kemudian Pasal 93 sampai Pasal 100 Paragraf 4. Baca Lanjutannya…
11 Juli, 2009
Kategori: media . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
(Salah satu fabel Pancatantra 1 oleh Pandit Vishnu Sharma, diceritakan kembali oleh G.L. Chandiramani, 2001: hal. 72)
Di sebuah danau tinggallah tiga ekor ikan bernama Anagatavidhata (memikirkan pemecahan masalah sebelum masalah itu muncul), Pratyutpannamati (memikirkan pemecahan masalah ketika masalah itu muncul), dan Yadbavishya (semata-mata memercayai keberuntungan).
Pada suatu hari, beberapa nelayan melewati danau itu. Mereka memerhatikan danau itu lalu salah seorang di antara mereka berkata, “kita belum pernah mencari ikan di danau ini. Lihat tuh, tampaknya banyak ikan di sini! Tapi hari ini kita telah menangkap banyak ikan dan lagi pula sekarang hari telah sore. Jadi, kita pulang saja dan besok kita kembali ke sini untuk menangkap ikan.” Nelayan-nelayan lainnya setuju.
Baca Lanjutannya…
28 Februari, 2009
Kategori: Uncategorized . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Operasi Yustisi Kependudukan yang dianggap Pemrov DKI Jakarta dapat mengurangi beban kota akibat urbanisasi tidak pernah terbukti. Setiap tahun, jumlah penduduk Jakarta bertambah. Pada tahun 2007 saja, jumlah penduduk DKI Jakarta bertambah 110 ribu jiwa dari jumlah penduduk yang kembali ke Jakarta pasca lebaran mencapai 2,6 juta jiwa (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, 2007). Sebagian besar dari mereka migrasi ke kota dengan motif ekonomi, yakni ingin mendapatkan penghasilan ekonomi yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan ekonomi di negeri ini belum terwujud. Baca Lanjutannya…
28 September, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: 1 Komentar
Ramadhan bulan penuh berkah ternyata tidak berlaku bagi rakyat miskin di Jakarta. Bulan yang salah satunya diidentikan dengan memupuk rasa solidaritas terhadap kaum papa tidak berlaku bagi rakyat miskin. Di bulan ini setiap tahunnya rakyat miskin di Jakarta mengalami teror yang dilakukan oleh pemerintahnya sendiri. Pada bulan Agustus-September 2008 (menjelang dan saat ramadhan) saja Aliansi Rakyat Miskin (ARM) mencatat sekitar lebih dari 6000 warga miskin di Jakarta mengalami penggusuran dan penangkapan, terdiri dari warga kampung yang digusur paksa (bahkan dibakar paksa), waria, perempuan yang dilacurkan, anak jalanan, pedagang kaki lima, pengemis, tuna karya, pengamen, penahanan bemo dan becak, dan pekerja sektor informal di jalan lainnya. Seribu lima ratus lebih warga miskin di Jakarta merupakan korban dari pemberlakuan Peraturan Daerah No.8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum DKI Jakarta (Perda Tibum). Baca Lanjutannya…
19 September, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
PENGGUSURAN PAKSA DI SUNTER JAKARTA UTARA TINDAKAN BIADAB APARAT NEGARA!
BERI SOLUSI BAGI RAKYAT MISKIN, BUKAN PENGGUSURAN PAKSA.
LAWAN FASISME NEGARA!
LAWAN PEMISKINAN!
25 Agustus, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Mimang Ismail
Sejak formasi-formasi sosial, ekonomi, dan budaya kontemporer berubah secara radikal, ditandai dengan meriahnya anasir modernitas, seketika formulasi kehidupan manusia pun berubah dengan ragam ekspresi dan penghayatan di kesehariannya. Peralihan kultural itu bahkan tidak hanya menunjukkan suatu peralihan dari masyarakat tradisional ke modern, tetapi juga kini memasuki tahapan masyarakat pos-sekuler (post-secular society). Takdir historis-dialektis ini terus-menerus bergulir melabrak garis batas tradisi dan habitus yang sebelumnya menjadi modus otentik manusia. Garis batas itu tampak melebur ketika tahap kehidupan masyarakat modern memasuki momen kreasi dirinya dalam kultur masyarakat urban. Baca Lanjutannya…
16 Juni, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Melihat kondisi Teman – teman kita yang tengah menderita, diterpa lagi oleh kondisi sosial juga finansial yang semakin mencekik. Harga Kebutuhan melambung sangat cepat tanpa ada cara untuk menanggulanginya.
Selagi hidup menderita ditengah kesulitan mencari kerja, diterpa lagi harga – harga melambung. Menambah depresi untuk kalangan bawah,karena peningkatan pendapatan tidak ada. Muncul lagi masalah baru. Kesulitan menerima konversi dari minyak ke gas belumlah usai.
Baca Lanjutannya…
12 Juni, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin, kehidupan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Rabu 4 Juni 2008, Jam: 8:18:00
BOGOR (Pos Kota) – Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak seiring
kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memunculkan beragam kisah pilu. Seorang
penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur, Selasa (3/6)
siang.
Diduga, Adin, 46, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan
Kebersihan (DLHK) Kota Bogor , itu meninggal dunia karena kelaparan. Ia hanya
makan satu kali sehari karena harus berbagi dengan ketiga anaknya.
Sebagaimana dituturkan Neglasari, 40, istri Adin, di RSUD PMI Bogor tempat
jasad sang suami diotopsi, korban meninggal akibat menahan lapar sejak
malam. Baca Lanjutannya…
6 Juni, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin, kehidupan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh: Mulyani Hasan
Bau busuk sampah menyeruak. Orang-orang pasar, sopir angkutan kota, calo-calo, tumpah ruah. Sibuk, tak karuan. Rel-rel kereta api masih hangat oleh deru mesin kereta api yang baru saja lewat.
Pagi itu stasiun Kiaracondong sudah terik. Para calon penumpang berebut kursi tunggu. Ramai pasar menyaingi bising stasiun.Kopral, nama aslinya Rian Daryanto. Dia pemuda yang menemani saya duduk di depan pintu rel kereta api. Tak lama, dua orang bocah menghampirinya tergesa-gesa. Badannya kotor, bau dan bertelanjang kaki. Kotoran menempel di mana-mana. Di sudut mata, hidung dan mulut. Membuat orang enggan melihatnya. Baca Lanjutannya…
6 Juni, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin, kehidupan rakyat miskin . Yang berkaitan:
Add new tag, kehidupan rakyat miskin . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Maria Hartiningsih
Bantuan langsung tunai pascakenaikan harga bahan bakar minyak bukan obat mujarab untuk mengatasi dampaknya. Sebaliknya, subsidi semacam itu melecehkan kemampuan manusia dan justru merupakan subsidi pasar karena tujuannya memenuhi konsumsi bahan pangan yang disediakan sistem pasar.
Seperti dikemukakan Binny Buchori dari Perkumpulan Prakarsa, target kelompok yang disyaratkan dalam bantuan langsung tunai (BLT) telah menorehkan stigma pada orang miskin. Baca Lanjutannya…
2 Juni, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar

A. Redefinisi Kemiskinan
Definisi mengenai kemiskinan yang dibentuk dan dikeluarkan oleh pemerintah selama ini dihegemoni oleh kepentingan politik dan kapitalisme global yang semakin memperluas dan memperdalam kemiskinan struktural. Selama ini, kemiskinan hanya dipandang sekadar ketidakmampuan pribadi dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Pendefinisian semacam itu tidak memperlihatkan sumber masalah yang mendasar, yakni ketidakmerataan distribusi di segala bidang dan cacat struktur kekuasaan ekonomi-politik yang diciptakan penguasa dan pemodal. Baca Lanjutannya…
7 Mei, 2008
Kategori: Persoalan rakyat miskin . Yang berkaitan:
Add new tag, Persoalan rakyat miskin . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: 2 Komentar
Sejak zaman purbakala, tanggal 1 Mei memiliki arti khusus bagi orang-orang yang tinggal di belahan utara bumi. Tanggal 1 Mei adalah awal dimulainya musim panas.
Dalam kebudayaan Celtic ada festival Beltane,festival yang dirayakan pada 1 Mei.Saat itulah ternak dilepas di padang rumput yang sedang subursuburnya di musim panas.Pada perayaan ini, para pemimpin spiritual Celtic akan menyalakan api unggun raksasa di tengah permukiman sebagai perlambang harapan akan datangnya panen berlimpah di bulan-bulan yang akan datang. Baca Lanjutannya…
2 Mei, 2008
Kategori: Buruh . Yang berkaitan:
Buruh, Tulisan Umum . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Pemberlakuan Perda DKI Nomor No.8/2008 tentang Ketertiban Umum terus dijadikan senjata dalam melakukan penggusuran-penggusuran pemukiman dan usaha perekonomian rakyat kecil. Hal ini jelas sangat mengganggu stabilitas dan kehidupan rakyat kecil. Usaha perekonomian rakyat seperti pedagang asongan, pedagang kaki lima (PKL), supir bajaj, ojek, ojek sepeda, dan sebagainya mulai disingkirkan dari Jakarta dengan alasan mengganggu ketertiban umum dan melanggar hukum. Keberadaan Perda ini telah mengkriminalkan orang miskin dan warga kota Jakarta. Baca Lanjutannya…
15 April, 2008
Kategori: Uncategorized . Yang berkaitan:
Perda DKI No. 8 Tahun 2007, press release, Uncategorized . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: 3 Komentar
Oleh Ita F. Nadia
(Anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan)
Di kalangan gerakan perempuan internasional, 8 Maret dirayakan sebagai Hari Perempuan International. Penentuannya berawal dari tahun 1908 ketika menjawab tuntutan kaum perempuan, Partai Sosialis Amerika Serikat mengusulkan hari terakhir bulan Februari dijadikan hari demonstrasi untuk persamaan hak politik (hak untuk memilih dalam pemilihan umum) kaum perempuan. Hari Perempuan Amerika ini (28 Februari 1908) mendapat perhatian sangat besar dari kaum feminis dan sosialis seluruh dunia dan mendorong aksi solidaritas yang terorganisasi oleh berbagai kelompok buruh perempuan Amerika Serikat. Baca Lanjutannya…
10 Maret, 2008
Kategori: Uncategorized . Yang berkaitan:
berita, Tulisan Umum . Penulis: rakyatmiskin . Komentar: 1 Komentar