Aliansi Rakyat Miskin (ARM) adalah wadah berjejaring yang setara dan partisipatif sebagai pewujudan gerakan persatuan rakyat miskin dan kaum marjinal yang didukung bersama persatuan lintas sektor dan intergrup – komunitas, ormas, LSM, buruh, petani, anak miskin, perempuan, mahasiswa, pelajar, akademisi, kaum profesional, kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transseksual), advokat, jurnalis, dll – guna bersama-sama menciptakan gerakan perlawanan masif, radikal, adn revolusioner dalam jangka panjang/permanen untuk melawan upaya-upaya pemiskinan dan marjinalisasi yang neoliberalis, represif, diskriminatif, struktural, sistematis, dan menggurita yang dilakukan Negara, pemodal, dan pelaku pasar termasuk antek-anteknya terhadap rakyat miskin dan kaum marjinal.
Sebagai suatu gerakan, praksis ARM adalah pengorganisiran rakyat miskin dan kaum marjinal, upaya-upaya litigasi dan nonlitigasi, pembelajaran dan pemberdayaan bersama guna mewujudkan tatanan budaya, sosial, ekonomi, dan politik Indonesia yang lebih demokratis, adil, egaliter-partisipatif, progresif, dan menghargai nilai-nilai HAM.
ARM bergerak dengan menjala isu-isu lokal yang diarahkan menjadi perhatian dan perjuangan eksplosif dalam skala nasional, bahkan internasional. Penjalaan isu-isu lokal dimaksudkan agar gerakan ini lebih riil dan mengakar dan dapat meleburkan ego-ego sektoral dan kelompok atau menggeser paradigma ingroups – outgroups (kami – kalian) menjadi “kita” yang hanya dapat dilakukan secara lebih efektif jika berada dalam skala kecil guna mewujudkan gerakan masif.
Aliansi ini awalnya terbentuk dari kebutuhan beraliansi untuk menekan Provinsi DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya dan jajaran dibawahnya untuk menuntaskan kasus alm. Irfan Maulana (14), joki 3 in 1, yang dinilai menampilkan konspirasi politik dan kebohongan publik yang meminggirkan sisi fakta bahwa Irfan, korban keangkuhan dan kekejaman Pemerintah DKI Jakarta, dianiaya hingga meninggal dunia oleh petugas Polisi Pamong Praja (Pol. PP), bukan karena penyakit ayan dan infeksi usus semata. Perlawanan ini diawali dengan aksi massa rakyat miskin kota, khususnya anak-anak miskin di pemakaman Karet Tengsin dimana jenasah Irfan Maulana dimakamkan sebagai simbol kejamnya Pemrov DKI Jakarta dan perjuangan rakyat miskin yang tidak pernah berakhir. Akhirnya tanggal 11 Maret 2007 atas dasar banyaknya solidaritas terhadap kasus alm. Irfan Maulana dan semakin kejamnya Pemrov DKI Jakarta terhadap rakyat miskin, terbentuklah ARM sebagai aliansi lintas sektor dan intergrup untuk jangka panjang di rumah Jakarta Centre for Street Children (JCSC), sebagai penggagas ARM.
Saat ini ARM beranggotakan:
JCSC, SRMI, GMKI Jakarta, Arus Pelangi, FMN-R, FMN, LBH Jakarta, LBH APIK Jakarta, Institute for ECOSOC Rights, PRP Jakarta, KontraS, ABM Jabotabek, KASBI, Jaringan Perempuan Mahardika, Walhi, APKLI, KPI, LMND, Kalyanamitra, SPI, LMND-PRM, SALUD, PMKRI
Telp: 081382917852; email: aliansi_rakyat_miskin@yahoo.com.



