Anak-anak Miskin Tanggung Jawab Negara!

Oleh Heru Suprapto*

Negara masih membiarkan anak-anak miskin menderita karena bekerja terpaksa, bodoh, sakit, kelaparan, dilacurkan, mengalami kekerasan, dan mati di jalan.

Kalimat di atas bukan tuduhan. Bukan juga provokasi. Tetapi, fakta yang kita saksikan setiap hari berlangsung lama. Fakta itu menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap hak-hak anak-anak miskin di Indonesia. Bahkan lebih dari itu, negara terkesan melepas tanggung jawab dari kondisi memprihatinkan yang dialami anak-anak miskin. Semua itu harus kita akui bersama. Baca lebih lanjut

Perempuan Miskin Kota di Hadapan Neoliberalisme

Oleh Heru Suprapto[1]

Perempuan di hadapan kota metropolitan, seperti Jakarta telah menjadi subjek yang diobjekkan dalam suatu mekanisme pasar sebagai penyokong “kota modern” yang disebut neoliberalisme. Pada mekanisme pasar neoliberal, segala hal disandingkan dalam “etalase toko” atau posisi “menjual” untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Syaratnya negara harus melepas tanggung jawab terhadap proteksi dan subsidi rakyat untuk diserahkan pada mekanisme pasar yang penuh dengan persaingan dan eksploitasi dimana bersinggungan langsung dengan perlindungan hak-hak ekonomi, sosial, dan politik. Perempuan dalam hal ini ditempatkan sebagai komoditas, properti reproduksi sosial, sekaligus sebagai konsumen prospektif karena subordinasi yang menjadi justifikasi dari kultus partiarki. Baca lebih lanjut

Melihat Dari Dekat Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Rakyat Miskin

Melihat kondisi Teman – teman kita yang tengah menderita, diterpa lagi oleh kondisi sosial juga finansial yang semakin mencekik. Harga Kebutuhan melambung sangat cepat tanpa ada cara untuk menanggulanginya.

Selagi hidup menderita ditengah kesulitan mencari kerja, diterpa lagi harga – harga melambung. Menambah depresi untuk kalangan bawah,karena peningkatan pendapatan tidak ada. Muncul lagi masalah baru. Kesulitan menerima konversi dari minyak ke gas belumlah usai.

Baca lebih lanjut

Penyapu Jalan Tewas Kelaparan

Rabu 4 Juni 2008, Jam: 8:18:00

BOGOR (Pos Kota) – Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak seiring
kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memunculkan beragam kisah pilu. Seorang
penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur, Selasa (3/6)
siang.

Diduga, Adin, 46, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan
Kebersihan (DLHK) Kota Bogor , itu meninggal dunia karena kelaparan. Ia hanya
makan satu kali sehari karena harus berbagi dengan ketiga anaknya.

Sebagaimana dituturkan Neglasari, 40, istri Adin, di RSUD PMI Bogor tempat
jasad sang suami diotopsi, korban meninggal akibat menahan lapar sejak
malam.
Baca lebih lanjut

Bocah-Bocah Pasar

Oleh: Mulyani Hasan

Bau busuk sampah menyeruak. Orang-orang pasar, sopir angkutan kota, calo-calo, tumpah ruah. Sibuk, tak karuan. Rel-rel kereta api masih hangat oleh deru mesin kereta api yang baru saja lewat.
Pagi itu stasiun Kiaracondong sudah terik. Para calon penumpang berebut kursi tunggu. Ramai pasar menyaingi bising stasiun.Kopral, nama aslinya Rian Daryanto. Dia pemuda yang menemani saya duduk di depan pintu rel kereta api. Tak lama, dua orang bocah menghampirinya tergesa-gesa. Badannya kotor, bau dan bertelanjang kaki. Kotoran menempel di mana-mana. Di sudut mata, hidung dan mulut. Membuat orang enggan melihatnya. Baca lebih lanjut
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.